Hipnotis

TOEFL dan Grammar

Formula 1 News

Skripsi Hasil, Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru di dalam kelas melalui refleksi diri tentang pembelajaran, dengan tujuan memperbaiki kinerja dan hasil belajar siswa. Namun demikian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat juga dilakukan oleh mahasiswa dengan berkolaborasi dan berpartisipasi dengan guru bidang studi/guru kelas.

Penjelasan Sistematika Penulisan Penelitian Kualitatif

1. BAB I PENDAHULUAN

Bab pendahuluan berisi tentang gambaran umum untuk memberikan wawasan tentang arah penelitian yang dilakukan. Dengan membaca pendahuluan ini, pembaca dapat mengetahui konteks penelitian, fokus penelitian, tujuan penelitian dan manfaat penelitian.

A. Konteks Penelitian

Konteks penelitian diawali dengan ungkapan kegalauan peneliti terhadap fenomena sosial atau peristiwa yang diteliti, ungkapan pernyataan permasalahan, pernyataan pentingnya penelitian dan dapat juga ungkapan hasil-hasil penelitian yang relevan. Selain itu peneliti juga harus mengemukakan kata-kata kunci penelitian yang berupa konsep-konsep yang hendak diteliti sejalan dengan trori-teori yang relevan, dan didukung oleh bukti-bukti empiris (hasil penelitian terdahulu yang relevan)

B. Fokus Penelitian

Fokus penelitian pada hakikatnya merupakan istilah lain dari rumusan masalah. Fokus penelitian pada subbab ini berupa pertanyaan yang memerlukan jawaban melalui suatu aktivitas penelitian. Fokus penelitian menggunakan kata tanya misalnya bagaimana, mengapa, upaya apa, dan lain sebagainya, sehingga pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan pola-pola narasi atau deskripsi. Fokus penelitian diajukan setelah dilakukan observasi dan studi pendahuluan di lapangan. Apabila fokus penelitian dalam penelitian terlalu luas maka peneliti diperbolehkan menggunakan batasan masalah.

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan sasaran hasil yang ingin dicapai dalam penelitian, sesuai dengan fokus penelitian yang telah dirumuskan sehingga dapat memberikan deskripsi dengan jelas, detai dan mendalam mengenai proses dan hasil penelitian yang ingin dicapai.

D. Manfaat Penelitian

Bagian ini perlu diungkapkan manfaat penelitian secara teoritis dan atau praktis, dengan cara menjabarkan kepada piha yang memungkingkan memanfaatkan hasil penelitian.

2. BAB II KAJIAN PUSTAKA

Bagian ini memaparkan teori-teori dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan fokus penelitian. Pada bagian ini peneliti juga perlu mencantumkan kerangka berpikir terjadinya fenomena yang akan diteliti. Kajian pustaka digunakan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan kenyataan di lapangan. Selain itu kajian pustaka juga bermanfaan untuk memberikan gambaran umum atau bahan penjelas tentang konteks penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian.

3. BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini pada dasarnya mengungkapkan sejumlah cara yang memuat uraian tentang metose dan langkah-langkah penelitian secara operasional yang menyangkut rancangan metode dan langkah-langkah penelitian secara operasional yang menyangkut rancangan penelitian, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, tahapan penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, teknik analisis data, dan pengecekan keabsahan data.

A. Rancangan Penelitian

Bagian ini menjelaskan pendekatan penelitian kualitatif dari alasan-alasan singkat mengapa pendekatan tersebut digunakan. Selain itu, dikemukakan orientasi teoritis, yaitu landasan berpikir untuk memahami makna suatu gejala. misalnya fenomologis, interasi simbolik, kebudayaan, etnometodologis, atau kritik seni. Peneliti perlu menemukakan rancangan penelitian yang digunakan baik etnografis, studi kasus, grounded theory< interaktif, ekologis, atau partisipatoris.

B. Kehadiran Peneliti

Bagian ini perlu disebutka bahwa peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Kehadiran peneliti ini harus dijelaskan secara eksplisit dalam laporan penelitian. Perlu dijelaskan apakah peran penelitia sebagai partisipan penuh, pengamat partisipan, atau pengamat penuh.

C. Lokasi Penelitian

Pemilihan lokasi harus didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan kemenarikan, keunikan, dan kesesuaian dengan fokus penelitian yang dipilih. Pemilihan lokasi ini, diharapkan menemukan hal-hal yang bermakna dan baru atau sesuai dengan fenomena sosial atau peristiwa dalam penelitian. Jadi mengmukakan lokasi penelitian adalah menyebutkan tempat penelitian misalnya desa, komunitas atau lembaga tertentu dan menjelaskan alasan dipilihnya lokasi tersebut.

D. Tahapan Penelitian

Bagian ini menguraikan proses aktivitas pelaksanaan penelitian, mulai dari studi pendahuluan, pengembagan rancangan, pelaksanaan penelitian, hingga penulisan laporan.

E. Data dan Sumber Data

Bagian ini menjelaskan tentang data apa saja yang dikumpulkan, jenis data, siapa yang dijadikan sumber data penelitian, dan karakteistik sumber data penelitian yang dimaksud.

F. Teknik Pengumpulan Data

Uraian mengenai teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian kuallitatif antara lain meliputi: tes, wawancara, angket, observasi, catatan lapangan, dokumentasi, dan teknik lainnya. Teknik yang akan digunakan tergantung kebutuhan dan kesesuaian jenis data penelitian. Setiap penggunaan teknik pengumpulan data harus disertai dengan istrumen, disampaikan pula alasan penggunaan teknik dan tahapan pengumpulan data.

G. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data menjelaskan tentang teknik atau cara yang digunakan untuk melakukan analisis data yang telah terkumpul, serta penjelasan mengenai alasan/dasar penggunaan teknik analisis. Penggunaan teknik analisis data harus diselaraskan dengan pendekatan penelitian yang digunakan, jenis data serta karakteristik data yang telah dikumpulkan.

H. Pemeriksaan Keabsahan Temuan

Bagian ini memuat uraian tentang usaha-usaha penelitia untuk memperoleh keabsahan temuannya. Agar diperoleh temuan dan interpretasi yang absah (dapat dipertanggungjawabkan), maka perlu diteliti kredibilitas temuan data di lapangan. Pengecekan keabsahan temuan dapat dilakukan antara lain dengan:
  1. Ketekunan pengamat (menggunakan teknik-teknik perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, observasi partisipasi).
  2. Triangulasi (di antaranya triangulasi sumber, metode, dan teori)
  3. Pembahasan teman sejawat
Jenis atau bentuk pengecekan keabsahan temuan yang dilakukan oleh peneliti, disesuaikan dengan keragaman/hitergenitas data, serta hasil analisis data sementara. dengan demikian, tidak perlu semua jenis pengecekan keabsahan temuan disebutkan dalam bagian ini.

4. BAB IV TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Lokasi Penelitian

Bagian ini mendeskripsikan tentang lokasi penelitian terutama yang berkenaan atau terkait dengan topik penelitian. Deskripsi ini bermaksud menginformasikan tentang lokasi penelitian secara umum, dan data atau peristiwa penting yang erat hubungannya dengan topik peneliti.

B. Temuan Penelitian

Temuan penelitian merupakan deskripsi data yang langsung berkaitan dengan upaya menjawab fokus penelitian. Peneliti mengungkapkan data serinci mungkin terkaid fokus penelitian. Peneliti mendeskripsikan ungkapan-ungkapan informasi secara rinci menurut bahasa dan pandangan informan dengan mengutip kalimat langsung yang diucapkan oleh informan/

C. Pembahasan

Bab ini memuat gagasan peneliti, keterkaitan atara pola-pola, kategori-kategori dan dimensi-dimensi, posisi temuan terhadap teori yang ada dan temuan penelitian sebelumnya, serta penafsiran dan penjelasan dari temuan yang diungkap dari lapangan. Kesimpulan dari hasil temuan penelitian tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk tabel atau diagram.

5. BAB V PENUTUP

Penutup memuat simpulan dan saran-saran atau rekomendasi untuk tindak lanjut penelitian.

A. Simpulan

Simpiulan merupakan jawaban dari fokus penelitian dalam bentuk temuan penelitian berupa konsep atau teori dan atau hubungan antar konsep serta kemungkinan pengembangannya di masa mendatang.

B. Saran

Saran dibuat berdasarkan hasil temuan dan pertimbangan peneliti, ditujukan kepada para pihak yang memungkinkan memanfaatkan hasil penelitian. Saran merupakan suatu implikasi dari hasil penelitian dan diselaraskan dengan manfaat penelitian

Sistematika Penulisan Penelitian Kualitatif

Sistematika penyusunan laporan model penelitian kualitatif dibagi menjadi tiga bagian yaitu: (1) bagian awal, (2) bagian utama, (3) bagian akhir yang dijabarkan sebagai berikut.

1. Bagian Awal

Bagian awal terdiri dari: Halaman sampul, halaman judul, halaman persetujuan, halaman pengesahan (approval), motto (jika ada), persembahan (dedication), abstrak (abstract), kata pengantar (acknowledgement), daftar isi (table of contents), daftar tabel (list of table), daftar gambar (list of picture), dan daftar lampiran (appendices).

2. Bagian Utama

Bagian Utama terdiri dari:

BAB I PENDAHULUAN
A. Konteks Penelitian
B. Fokus Penelitian
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Kajian pustaka berisi teori-teori yang mendasari fokus penelitian dan hasil penelitian yang relevan.
BAB III METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
B. Kehadiran Peneliti
C. Lokasi Penelitian
D. Tahap-tahap Penelitian
E. Data dan Sumber Data
F. Prosedur Pengumpulan Data
G. Teknik Analisis Data
H. Pengecekan Keabsahan Temuan
BAB IV TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Lokasi Penelitian
B. Temuan Penelitian
C  Pembahasan
BAB V PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran-saran

3. Bagian Akhir

Bagian akhir terdiri atas daftar rujukan dan lampiran, yang diantaranya terdiri atas surat pernyataan keaslian, surat permohonan dan surat keterangan telah mengadakan penelitian dari penanggung jawab lokasi penelitian, kartu bimbingan, dan lampiran lain yang berhubungan dengan penelitian tersebut.

Skripsi Hasil Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif berusaha mengungkapkan gejala secara menyeluruh dan sesuai dengan konteks (holistik-kontekstual) melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci, karena selain sebagai pengumpul data dan penganalisis data, peneliti juga terlibat langsung dalam proses penelitian.

Penelitian kualitatif bersifat deskriptif karena data yang dikumpulkan lebih menonjolkan kata-kata atau kalimat daripada anka-angka dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Penelitian ini lebih menekankan pada proses dan makna. Ciri-ciri penelitian kualitatif tersebut mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri alamiah (natural setting) artinya data yang didapat dari hasil penelitian dipaparkan sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan.

Penjelasan Sistematika Penulisan Penelitian Kuantitatif

Penjelasan pada setiap bab dan subbab dijabarkan sebagai berikut:

1. BAB I PENDAHULUAN

Pendahuluan berfungsi mengantarkan pembaca untuk mengetahui latar belakang dan masalah penelititan. Isi uraian dalam bab ini sama dengan isi uraian dalam proposal penelitian. Oleh karena itu bab pendahuluan dalam penelitian kuantitatif pada prinsipnya memuat: (a) latar belakang masalah, (b) rumusan masalah, (c) tujuan penelitian (d) manfaat penelitian (e) definisi operasional variabel.

A. Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah dalam penelitian menjelaskan tentang masalah-masalah yang akan diteliti. Masalah merupakan bentuk kesenjangan atau penyimpangan-penyimpangan dari apa yang seharusnya dengan apa yang yang terjadi sesungguhnya. Kesenjangan atau penyimpangan yang terjadi bisa berkaitan antara aturan dengan pelaksanaan, teori dengan praktik, perencanaan dengan pelaksanaan. Oleh karena itu, subbab ini mengemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik kesenjangan teoritik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang akan diteliti. Pada subbab ini dipaparkan antara lain teori yang terkait secara ringkas, hasil penelitian terdahulu, simpulan seminar, dan diskusi ilmiah yang terkait erat dengan pokok masalah yang akan diteliti. Dengan demikian, permasalahan yang ditetapkan untuk diteliti memiliki landasan berpijak yang kuat dan kokoh.

Peneliti harus berupaya mengungkapkan permasalahan secara riil dan mampu menyakinkan bahwa masalah itu layak untuk diteliti sehingga dapat menemukan solusi kongkrit bagi pihak yang berkepentingan. Pola penyusunan latar belakang masalah mengikuti metode berpikir secara deduktif, yaitu mengungkapkan fenomena secara umum kemudian dipersempit ke aspek khusus sehingga mampu mengarahkan permasalahan penelitian dan alasan logis tentang pentingnya penelitian dilakukan. Oleh karena itu, peneliti harus dapat menggambarkan atau mengungkapkan variabel-variabek yang didukung dengan data atau fakta serta menggambarkan pentingnya variabel tersebut untuk diteliti.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah merupakan upaya menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian. Rumusan masalah disusun secara singkat, padat, jelas, dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah sebaiknya menampilkan variabel-variabel yang diteliti, jenia atau sifat hubungan antarvariabel tersebut dan subjek penelitian. Rumusan masalah tersebut hendaknya dapat diuji secara empiris, artinya memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajuakan.

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian yang selaras dengan masalah peneltitian. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu kepada isi dan rumusan masalah penelitian. Perbedaanya terletak pada cara merumuskannya. Rumusan masalah penelitian dirumuskan dengan menggunakan kaliamt tanya, sedangkan rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian merupakan paparang yang berisi tentang kegunaan hasil penelitian terutama bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bagian ini menjelaskan secara rinci manfaat hasil penelitian bagi pihak yang terkait. Manfaat penelitian juga harus mampu menjelaskan secara terperinci tentang kegunaan hasil penelitian bagi berbagai pihak yang terkait. Bentuk uraian manfaat penelitian dalam penulisan skripsi ini berkaitan dengan: (1) manfaat teoritis, manfaat hasil penelitian dalam penambahan pengetahuan baru yang berkaitan dengan masalah penelitian yang dikaji, (2) manfaat praktis, berupa pemecahan masalah yang digunakan untuk menyelesaikan masalah bagi berbagai pihak yang berkepentingan, misalnya bagi lembaga yang diteliti, pengambil kebijakan (pemerintah/yayasan), pembaca, dan peneliti sendiri.

E. Definisi Opersional Variabel

Definisi Operasional Variabel digunakan untuk mengantisipsi adanya perbedaan pengertian atau pemahaman terhadap istilah yang menjadi kajian dalam variabel penelitian. Istilah yang perlu diberi penjelasan adalah istilah-istilah yang berhubungan dengan konsep pokok yang terdapat dalam variabel penelitian. Adapun kriteria bahwa suatu istilah mengandung konsep pokok adalah apabila istilah tersebut berkaitan erat dengan masalah yang diteliti atau variabel penelitian.

Definisi operasional variabel dititikberatkan pada pengertian yang diberikan oleh peneliti terhadap variabel yang diteliti dengan berlandaskan teori-teori yang sudah ada. Secara tidak langsung definisi operasional variabel akan menunjukkan alat pengambil data yang cocok digunakan atau mengacu kepada bagaimana mengukur suatu variabel. Di samping itu, penyusunan definisi operasional memungkinkan orang lain melakukan hal yang serupa sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh orang lain.

2. BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Pembahasa Variabel Penelitian

Pada dasarnya pada bab ini membahas landasan teori yang digunakan untuk membahas variabel penelitian. Isi pada kajian pustaka harus memperkuat variabel yang diteliti dan indikator-indikator yang digunakan. Setiap pembahasan variabel atau subvariabel minimal didukung oleh 2 (dua) referensi yang kemudian berdasarkan kajian tersebut disimpulkan oleh penulis. Jika penelitian kuantitatif korelasional, variabel terikat (Y) yang dibahas terlebih dahulu baru kemudian diikuti vairiabel bebas (X).

Bahan-bahan kajian pustaka dapat diperoleh dari berbagai rujukan seperti jurnal penelitian, skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar, dan diskusi ilmiah. Ada dua jenis sumber rujukan yaitu rujukan primer dan rujukan skunder. Sumber rujuakan primer adalah bahan rujukan yang berasal dari sumber aslinya, sedangkan sumber rujukan sekunder adalah bahan rujukan yang berasal tidak langsung dari sumber aslinya.

B. Hasil Penelitian yang Relevan

Pada subbab ini dipaparkan hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian yangakan dilakukan. Untuk penelitian kuantitatif relevansi penelitian dapat dilihat dari kesamaan variabel yang diteliti, analisis data yang digunakan dan subjek penelitian. Hasil penelitian yang relevan bisa diakses dari skripsi, tesis, desertasi, jurnal regional dan internasional. Jumlah hasil penelitian yang relevan yang mendukung penelitian penulis minimal dua hasil penelitian.

Dalam menyajikan hasil penelitian yang relevan bisa ditampilkan dengan tabel atau uraian. Hasil penelitian sifatnya mendukung penelitian yang akan dilakukan, maka penulis harus menjelaskan perbedaan dan persamaan hasil penelitian terdahulu dengan yang akan diteliti, terutama dalam hal variabel, indikator dan analisis data. Pada subbab ini yang perlu diungkapkan adalah (1) penulis, jenis karya ilmiah, tahun, judul penelitian, (2) variabel dan indikator, (3) analisis data, dan (4) trmuaan hasil penelitian.

C. Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir berbentuk diagram/skema disertai penjelasan yang menguraikan hubungan/pengaruh/perbedaan antarvariabel/subvariabel penelitian ynag berpedoman pada landasan teori yang sudah ada.

D. Hipotesis Penelitian

Hipotesis merupakan jawaban sementaa terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. Kallimat hipotesis yang baik hendaknya: (a) menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebuh, (b) dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan, (c) dirumuskan secara singkat, padat, dan jelas, serta (d) dapat diuji secara empiris. Hipotesis yang dicantumkan dalam Bab II ini adalah hipotesis alternatif (H1), sedangkan hipotesis nol (H0) dicantumkan di Bab IV yang berfungsi untuk menguji hipotesis alternatif (H1).

3. BAB III METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian diartikan sebagai strategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakreristik variabel dan tujuan penelitian. Subbab ini menjelaskan tentang jenis penelitian serta rancangan dan prosedur penelitian. Ditinjau dari sifatnya, jenis penelitian kuantitatif meliputi penelitian eksploratif, deskriptif, survei, korelatif, dan komparasi kausal.

Rancangan penelitian kuantitatif berupa eksperiment atau non eksperiment. Ciri khas dari desain eksperimen adalah memanipulasi variabel penelitian, sedangkan rancangan penelitian noneksperimen adalah rancangan penelitian yang memotret variabel secara apa adanya. Prosedur penelitian kuantitatif menjelaskan langkah-langkah penelitian yang akan dilaksanakan secara sistematis.

B. Populasi, Sampel, dan Sampling Penelitian

Bagian ini menguraikan populasi, sampel dan teknik sampling. Untuk penelitian yang tidak menggunakan sampel, maka tidak perlu memaparkan sampel dan teknik sampling. Jika penelitian mempertimbangkan penggunaan sampel maka perlu dipaparkan populasi, sampel, dam teknik sampling yang digunakan.

Jika jumlah populasi kurang dari 30, maka lebih baik digunakan penelitian populasi. Jika jumlah populasi lebih dari 30 maka dimungkinkan untuk mengambil sampel penelitian yang didahului dengan uji homogenitas dan normalitas.

C. Variabel Penelitian

Subbab ini menjelaskan tentang variabel penelitian, subvariabel (bila ada), dan indikator. Penjelasan variabel penelitian disajikan dalam bentuk tabel berikut.

No     Variabel         Sub variabel (jika ada)           Indikator               Jenis Instrumen
 1        Terikat (Y)
 2         Bebas (X)
 3         Bebas (X)

D. Teknik Pengumpulan Data

Subbab ini peneliti memaparkan (1) metode yang digunakan dalam penelitian, (2) alat/instrumen yang digunakan untuk memperoleh data sesuai dengan metodenya. (3) cara pengukuran/cara penskoran dari alat/instrumen yang digunakan, (4) kriteria/klasifikasi dari nilai yang diperoleh.

Instrumen yang akan digunakan harus dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. (1) apabila instrumen peneltian menggunakan tes, maka perlu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas instrumen tersebut. (2) apabila penelitian yang menggunakan tekni nontes hanya dilakukan uji validitas. (3) apabila penelti menggunakan instrumen yang sudah standar, maka diperbolehkan tanpa menggunakan uji instrumen, tetapi peneliti harus menunjukkan sumber dari mana instrument itu diperoleh.

E. Analisis Data

Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan uji statistik, sesuai dengan karateristik data bersifat kuantitatif atau data yang diakuantitatifkan. Analisis statistik, yaitu model analisis yang digunakan harus relevan dengan (1) jenis data yang akan dianalisis, (2) tujuan penelitian, (3) hipotesis yang akan diuji, dan (4) rancangan penelitian.

Setiap jenis model atau rumus statistik yang digunakan untuk menganalisis data, mendasarkan adanya asumsi-asumsi yang harus dipenuhi. Misalnya asumsi-asumsi apa yang harus dipenuhi kalau akan menganalisis data dengan menggunakan rumus uji t, korelasi product moment dan sebagainya. Sebagai contoh (1) Syarat sebelum dilakukan uji beda (t tes, anava dan lainnya yang sejenis) sebelum dilakukan uji tes beda harus dilakukan lebih dahulu uji normaliatas dan uji homogenitas. (2) syarat menggunakan analisis korelasi product moment, sebelum dilakukan analisis korelasi product moment adanya uji normalitas atau linieritas. Dalam subbab ini juga dijelaskan bagaimana ketentuan uji hipotesis rumus statistik yang digunakan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini dibagi menjadi tiga bagian, meliputi (1) penyajian data hasil penelitian, (2) analisis data dan uji hipotesis, dan (3) pembahasan

A. Penyajian Data Hasil Penelitian

Penyajian data hasil penelitian berupa sajian data dari hasil penelitian yang sudah diolah, yang disajikan dalam bentuk tabel atau grafik. Penyajian data ini disertai dengan penjelasan secara deskriptif, sehingga dapat memperjelas sajian tabel atau grafik tersebut.

B. Analisis Data dan Uji Hipotesis

Analisis data sesuai dengn analisis dan langkah-langkah analisis yang sudah disajikan pada Bab III. Subbab ini menyajikan (1) uji validitas dan uji reiabilitas. (2) uji prasyarat, dan (3) analisis data. Analisis data dapat menggunakan program SPSS.

Pengujian hipotesis pada dasarnya untuk membuktikan hipotesis nol (Ho) dengn langkah-langkah sebagai berikut.
  1. merumuskan hipotesis Ho dan Ha
  2. menentukan taraf signifikansi dan daerah kritis
  3. melakukan penghitungan dengan rumus statistik
  4. mengkonfirmasi hasil hitungan statistik dengan tabel
  5. menyimpulkan
C. Pembahasan

Subbab ini membahas hasil dari analisis data yang sudah diperoleh sebelumnya. Hal-hal yang harus dijelaskan: (1) memberikan interpretasi hasil penelitian yang dilakukan, (2) membandingkan hasil penelitian yang dilakukan dengan teori, dan (3) kajian penelitian yang relevan yang mendukung penelitiannya.

5. BAB V PENUTUP

A. Simpulan

Simpulan dibuat berdasarkan jawaban dari rumusan masalah yang didasarkan pada hasil analisis data beserta interpretasinya.

B. Saran

Saran dibuat berdasarkan hasil temuan dan pertimbangan peneliti, ditunjukan kepada para pihak yang memungkinkan memanfaatkan hasil penelitian. Saran merupakan suatu implikasi dari hasil penelitian dan diselaraskan dengan manfaat penelitian.

Skripsi Hasil Penelitian Kuantitatif

Peneliatian kuantitatif adalah suatu penelitian yang didasarkan pada pendekatan deduktif. Pendekatan ini berawal dari suatu asumsi-asumsi tentang kebenaran suatu kajian teori, gagasan para ahli, ataupun temuan peneliti berdasarkan pengalaman di lapangan, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan beserta alternatif pemecahannya diajukan untuk memperoleh pembenaran atau sanggahan (verifikasi) berdasarkan dara empiris di lapangan.

Pada umumnya hal-hal yang disajikan/dilaporkan dalam skripsi dengan pendekatan penelitian kuantitatif bersifat substantif, kompleks, dan mendasar, mulai dari isi kajian dengan menggunakan berbagai praradigma teoritis, sampai pada hal-hal yang bersifat teknis operasional. Memperhatikan kompleksitas kajian, perlu ditetapkan sistematika penyusun laporan penelitian kuantitatif, agar pembaca dapat dengan mudah menemukan dan memahami dengan benar bagian yang dicari.

Sistematika Penulisan Penelitian Kuantitatif

Sistematika penyusun laporan model penelitian kuantitatif dibagi menjadi tiga bagian yaitu (1) bagian awal, (2) bagian utama, dan (3) bagian akhir yang dijabarkan berikut ini.

1. Bagian Awal

Bagian awal terdiri dari: Halaman sampul, halaman judul, halaman persetujuan, halaman pengesahan (approval), motto (jika ada), persembahan (dedication), abstrak (abstract), kata pengantar (acknowledgement), daftar isi (table of contents), daftar tabel (list of table), daftar gambar (list of picture), dan daftar lampiran (appendices).
 
2. Bagian Utama

Bagian utama terdiri dari:
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
E. Definisi Operasional Variabel

BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Pembahasan Variabel Penelitian
B. Hasil Penelitian yang Relevan
C. Kerangka Berpikir
D. Hipotesis Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
B. Populasi, Sampel, dan Sampling Penelitian
C. Variabel Penelitian
D. Teknik Pengumpulan Data
E. Teknik Analisis Data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Penyajian Data Hasil Penelitian
B. Analisis Data dan Uji Hipotesis
C. Pembahasan
BAB V PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran

3. Bagian Akhir

Bagian akhir terdiri atas daftar rujukan dan lampiran, yang terdiri atas surat pernyataan keaslian, surat permohonan dan surat kterangan telah mgengadakan penelitian dari penanggung jawab lokasi penelitian, kartu bumbingan, dan lampiran lain yang berhubungan dengan penelitian tersebut.

Manfaat Hipnotis

Ketika mendengar kata hipnotis, kita sering membayangkan suatu ilmu yang melibatkan unsuk mistis dan magis, yang digunakan untuk tindak kejahatan. Apalagi, setelah kita menonton beberapa acara hipnotis di televisi, ketika dalam acara tersebut seolah-olah seseorang dapat diperintahkan menjadi apa pun dan melakukan apa pun sesuai dengan apa yang diingikan oleh sang penghipnotis hanya dengan menggunakan jentikan jari, sentuhan, atau pandangan mata.
Benarkah demikian?
Apakah sebenarnya hipnotis itu?
Apa saja aplikasi terapan dari hipnotis?

Peningkatan Kinerja Otak

Tahukah anda bahwa manusia normal rata-rata baru menggunakan sekitar enam persen potensi otaknya?
Tahukah anda bahwa jika kita mampu meningkatkan potensi tersebut sebesar 1-2 persen, kita sudah dalam kategori genius?
Tahukah anda bahwa metode peningkatan potensi tersebut dapat dilakukan dengan cara yang sederhana?
Pertanyaaanya, bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi?
Apakah kemampuan untuk meningkatkan kinerja otak merupakan suatau bakat tertentu atau dapat dimiliki semua orang?
Bagaimana cara meningkatkan kinerja otak?
Jawaban dari berbagai pertanyaan tersebut sebenarnya dapat dilihat dengan banyak contoh. Salah satu orang di dunia yang mampu untuk mengoptimalkan kinerja otaknya adalah ilmuwan besar dunia. Albert Einstein, sang peggagas teori relativitas.

Berdasarkan penelitian, volume otak Einstein tidak berbeda jauh dengan volume otak manusia normal. Riwayat hidupnya juga tidak mencirikan bahwa ia adalah manusia yang luar biasa semenjak kecil. Sebaliknya, semasa kecil, ia termasuk anak yang lamban dalam belajar matematika dan ilmu alam. Namun, berkat kerja keras dan ketekunan, dan kemampuannya dalam mengeksplirasi diriny, ia bisa menghasilkan berbagai hal besar bagi umat manusia.

Orang kedua yang juga layak untuk dijadikan contoh adalah Thomas Alva Edison, seorang penemu yang sangat kreatif dan produktif. Semasa kecil, ia juga tidak menunjukkan kehebatan yang luar biasa. Ia hanyalah seorang yang penuh dengan keterbatasan layaknya manusia normal/

Bagaimana cara untuk menghasilkan karya-karya besar seperti itu?

Hal yang membedakan orang biasa dengan orang-orang yang produktif dan kreatif terletak pada kemampuan untuk berkomunikasi dengan diri sendiri secara lebih efektif. Dengan kata lain, terletak pada bagaimana anda mampau menyugesti diri anda sendiri dengan cara dan penggunaan bahasa yang benar. Hal ini sudah banyak terbukti melalui penelitian yang panjang bahwa tehnik sugesti-diri (self-hypnosis) merupakan salah satu metode untuk mencapai banyak hal yang menjadi tujuan anda.

Bila otak menerima rangsangan yang tepat, ia akan bekerja dengan efektif. Hal ini menghasilkan kinerja yang lebih baik dari sebelumnya. Peningkatan kinerja otak akan disertai peningkatan kemampuan untuk fokus (konsentrasi), produktivitas, dan kreativitas.

Sugerti-diri mencakup cara dan teknik penggunaan bahasa ke dalam diri sendiri secara efektif. Kesadaran anda adalah layaknya seorang tukang kebun, dan potensi otak anda adalah ladang yang akan dikelola oleh si tukang kebun. Bukankah kebun tersebyt akan menciptakan hasil yang berlimpah bila dikelola dengan metode dan cara yang benar, begitu juga sebaliknya?

Nah, kemampuan anda untuk mengelola otak dan pikiran itulah yang membedakan anda dengan orang lain.

Skripsi

 
© Copyright Ojo Diguyu 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.