Ketika mendengar kata hipnotis, kita sering membayangkan suatu ilmu yang melibatkan unsuk mistis dan magis, yang digunakan untuk tindak kejahatan. Apalagi, setelah kita menonton beberapa acara hipnotis di televisi, ketika dalam acara tersebut seolah-olah seseorang dapat diperintahkan menjadi apa pun dan melakukan apa pun sesuai dengan apa yang diingikan oleh sang penghipnotis hanya dengan menggunakan jentikan jari, sentuhan, atau pandangan mata.
Benarkah demikian?
Apakah sebenarnya hipnotis itu?
Apa saja aplikasi terapan dari hipnotis?
Peningkatan Kinerja Otak
Tahukah anda bahwa manusia normal rata-rata baru menggunakan sekitar enam persen potensi otaknya?
Tahukah anda bahwa jika kita mampu meningkatkan potensi tersebut sebesar 1-2 persen, kita sudah dalam kategori genius?
Tahukah anda bahwa metode peningkatan potensi tersebut dapat dilakukan dengan cara yang sederhana?
Pertanyaaanya, bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi?
Apakah kemampuan untuk meningkatkan kinerja otak merupakan suatau bakat tertentu atau dapat dimiliki semua orang?
Bagaimana cara meningkatkan kinerja otak?
Jawaban dari berbagai pertanyaan tersebut sebenarnya dapat dilihat dengan banyak contoh. Salah satu orang di dunia yang mampu untuk mengoptimalkan kinerja otaknya adalah ilmuwan besar dunia. Albert Einstein, sang peggagas teori relativitas.
Berdasarkan penelitian, volume otak Einstein tidak berbeda jauh dengan volume otak manusia normal. Riwayat hidupnya juga tidak mencirikan bahwa ia adalah manusia yang luar biasa semenjak kecil. Sebaliknya, semasa kecil, ia termasuk anak yang lamban dalam belajar matematika dan ilmu alam. Namun, berkat kerja keras dan ketekunan, dan kemampuannya dalam mengeksplirasi diriny, ia bisa menghasilkan berbagai hal besar bagi umat manusia.
Orang kedua yang juga layak untuk dijadikan contoh adalah Thomas Alva Edison, seorang penemu yang sangat kreatif dan produktif. Semasa kecil, ia juga tidak menunjukkan kehebatan yang luar biasa. Ia hanyalah seorang yang penuh dengan keterbatasan layaknya manusia normal/
Bagaimana cara untuk menghasilkan karya-karya besar seperti itu?
Hal yang membedakan orang biasa dengan orang-orang yang produktif dan kreatif terletak pada kemampuan untuk berkomunikasi dengan diri sendiri secara lebih efektif. Dengan kata lain, terletak pada bagaimana anda mampau menyugesti diri anda sendiri dengan cara dan penggunaan bahasa yang benar. Hal ini sudah banyak terbukti melalui penelitian yang panjang bahwa tehnik sugesti-diri (self-hypnosis) merupakan salah satu metode untuk mencapai banyak hal yang menjadi tujuan anda.
Bila otak menerima rangsangan yang tepat, ia akan bekerja dengan efektif. Hal ini menghasilkan kinerja yang lebih baik dari sebelumnya. Peningkatan kinerja otak akan disertai peningkatan kemampuan untuk fokus (konsentrasi), produktivitas, dan kreativitas.
Sugerti-diri mencakup cara dan teknik penggunaan bahasa ke dalam diri sendiri secara efektif. Kesadaran anda adalah layaknya seorang tukang kebun, dan potensi otak anda adalah ladang yang akan dikelola oleh si tukang kebun. Bukankah kebun tersebyt akan menciptakan hasil yang berlimpah bila dikelola dengan metode dan cara yang benar, begitu juga sebaliknya?
Nah, kemampuan anda untuk mengelola otak dan pikiran itulah yang membedakan anda dengan orang lain.
Hipnotis
TOEFL dan Grammar
Formula 1 News
Tampilkan postingan dengan label Hipnotis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hipnotis. Tampilkan semua postingan
17.20
Kuis Hipnotis
Ikutilah kuis sederhana ini untuk mengecek pengetahuan anda. Siapkan selembar kertas dan alat tulis di samping anda. Bacalah 28 pernyataan di bawah ini dan tentukan apakah BENAR atau SALAH sesuai pemahaman yang anda miliki.
Setelah selesai, cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban.
Kunci Jawaban:
Setelah selesai, cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban.
- Hipnotis itu berbahaya di tangan orang yang tidak terlatih;
- Ketika berada dalam hipnotis, kita memiliki kontrol penuh atas diri sendiri;
- Semua orang dapat belajar menghipnotis diri sendiri atau orang lain;
- Sang penghipnotis mengussai pikiran kita;
- Kita dapat berbohong ketika berada dalam keadaan hipnotis;
- Ketika di hipnotis, kita dapat melakukan hal yang memalukan atau bertentangan dengan nilai yang dipercayai;
- Kita dapat terperangkap di dalam trance hypnosis;
- Hipnoterapi membuat kita tergantung pada penghipnotis;
- Hipnotis dapat menyembuhkan segala bentuk masalah psikologis;
- Penyembuhan hipnotis bisa dilakukan dalam keadaan hipnotis ringan;
- Masuk ke dalam trance adalah soal keinginan, bukannya kelemahan;
- Kita dapat menggerakkan anggota badan, mengangguk, dan tertawa ketika dalam keadaan hipnotis;
- Seorang penghipnotis menggunakan kekuatan supranatural;
- Kita akan mengingat segala sesuatu yang terjadi ketika berada dalam kondisi hipnotis;
- Ketika di hipnotis, kita akan terdorong mengucapkan rahasia pribadi atau hal-hal yang akan kita sesalkan;
- Kejahatan atau kriminal dengan hipnotisme mudah dilakukan;
- Semakin tenggelam ke dalam hipnotis, semakin kehilangan kesadaran;
- Seorang penghipnotis membongkar semua yang diperlukan ketika kita dihipnotis;
- Masuk ke dalam trance sama seperti masuk ke dunia yang baru dan asing;
- Ada sebagian orang yang tidak bisa dihipnotiss;
- Kita dapat dihipnotis di luar keinginan kita;
- Dihipnotis adalah sebuah proses yang sangat lama;
- Hipnotis tidak memerlukan alat bantukecuali setidaknya suara yang berat dan monoton;
- Semakin sering dihipnotis, semakin kita mudah diperdaya orang;
- Ingatan di dalalm keadaan hipnotis merupakan memori bawah sadar yang akurat;
- Jika kita masih bisa mendenganr suara-suara sekitar, kita belum terhipnotis;
- Hipnotisme dapat dilakukan dengan jarak jauh, lewat pandangan, tulisan, atau medium telepon
- Semakin bodoh dan lemah, semakin mudah seseorang untuk dihipnotis.
Kunci Jawaban:
- S
- B
- B
- S
- B
- B & S
- S
- B
- S
- B
- B
- B
- S
- B
- S
- S
- S
- S
- S
- S
- S
- B & S
- B
- B & S
- S
- S
- S
- S
16.56
Fakta Tentang Hipnotis
Ada banyak sekali penggambaran hipnotis yang beredar di masyarakat. Semua berkat tayangan film dan berita di media massa. Kesalahpahaman bahwa hipnotis adalah kejahatan plus sihir, misalnya, tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di negara-negara lainnya.
Cobalah tanyakan kepada 10 orang awam di sekitar anda, "Apa itu hipnotis?" kemungkinan besar mereka akan menjawab semcam ini, "Hipnotis adalah ilmu hitam yang digunakan kejahatan dengan cara membuat korban tidak sadar dan menuruti perintah orang yang menghipnotis."
Pertanyaannya, dapatkah anda membedakan fakta di antara fiksi, miskonsepsi, dan mitos tentang hipntis?
Apakah definisi hipnotis diatas benar?
Asal mula kesalahpahaman tentang hipnotis muncul pada 1894 ketika George du Maurier membuat novel yang bercerita tentang seorang tokoh jahat bernama Svengali. Svengali punya kekuatan mistis yang bisa menguasai pikiran orang lain.
Novel ini sukses dan kemudian difilmkan pada 1933. Film ini pun ditonton jutaan orang. Sejak saat itu, Svengali seolah-olah menjadi ikon hipnotis. Masyarakat pun ketakutan dengan hipnotis.
Novel dan film Svengali berhasil menciptakan kesalahpahaman besar terhadap hipnotis. Setelah Svengali, muncul puluhan film lainnya yang menimbulkan kesalahpahaman terhadap hipnotis. Di Indonesia muncul beberapa sinetron yang menimbulkan kesan bahwa hipnotis adalah kejahatan atau ilmu hitam.
Pencitraan dan penggunaan kata yang salah pada berita yang dimuat di surat kabar, radio, dan televisi juga berpotensi memperbesar miskonsepsi dan ketakutan masyarakat terhadap hipnotis. Sampai kini masih sering ditulis di media massa perihal adanya kejahatan dengan menggunakan hipnotis, padahal sebenarnya hipnotis tidak bisa digunakan untuk kejahatan semacam itu. Sebagian praktik kejahatan yang diberitakan sebagai kejahatan hipnotis sebenarnya adalah pembiusan atau penipuan belaka yang memanfaatkan kelemahan korban.
Agar anda tidak kebingungan dan mendapat gambaran yang jernih tentang hipnotis, berikut ini adalah sejumlah mitos dan kesalahpahaman tentang hipnotis, disertai dengan penjelasan yang benar mengenai miskonsepsi tersebut.
Mitos: Penghipnotis menggunakan kekuatan supranatural tertentu yang bisa mempengaruhi atau mengendalikan pikiran orang lain.
Fakta: Hipnotis adalah ilmu pengetahuan yang ilmiuah walaupun terlihat misterius bagi orang yang belum mengenalmya. Seorang ahli hipnotis tidak menggunakan kekuatan supranatural, gaib, mistik, bantuan jin, dan sebagainya. Hipnotis justru menggunakan kekuatan sugesti atau pengaruh kata-kata yang disampaikan dengan teknik-teknik khusus.
Satu-satunya kekuatan dalam hipnotis adalah kata-kata dan pemahaman bahasa. Anda hanya bisa terhipnotis jika anda memahami bahasa orang yang menghipnotis anda. Misalnya, ada pakar hipnotis dari Amerika datang untuk menghipnotis orang Indonesia. Maka, yang bisa terhipnotis hanya orang yang memahami bahasa inggris. sugesti disampaikan melalui kata-kata, dan kata-kata tersebut harus dipahami oleh orang yang dihipnotis.
Mitos: Hipnotis bisa digunakan untuk memaksa seseorang secara halus sehingga mau melakukan sesuatu yang merugikan atau berbahaya.
Fakta: Anda hanya bisa dihipnotis apabila anda bersedia mengikuti instruksi atau arahan penghipnotis sehingga anda memasuki kondisi trance (terbukanya pikiran bawah sadar)
Dalam kondisi hipnotis, anda tidak akan kehilangan kendali atas pikiran anda. Jika anda tidak setuju atau tidak suka atau tidak mengerti maksud diri sugesti yang diberikan, pikiran bawah sadar anda akan menolaknya. Sugesti yang bertentangan dengan keyakinan dan nilai dasar seseorang tidak akan berpengaruh sedikit pun. Misalnya, anda diberi sugesti untuk membenci agama yang anda yakini benar. Maka, sugesti ini tidak akan berpengaruh kepada anda.
Mitos: Saya tidak mau dihipnotis karena takut dibuat malu. Saya tidak mau ditertawakan orang sebab melakuakn kekonyolan ketika dihipnotis.
Fakta: Hal tersebut hanya terjadi dalam Stage Hypnosis (Hipnotis Panggung) atau hipnotis untuk hiburan. Dalam praktik hipnoterapi, anda tidak akan diperintahkan untuk melakukan sesuatu yang tidak anda inginkan.
Orang yang bersedia dihipnotis untuk melakukan hal-hal lucu sebenarnya juga sudah mengizinkan dirinya untuk melakukan perilaku lucu tersebut. Seorang stage hypnotist, misalnya, selalu meminta izin dari sukarelawan yang akan dihipnotis. Tanpa izin dan kesediaan orang yang bersangkutan, hipnotis tidak akan terjadi.
Mito: Hipnotis berasal dari kekuatan supranatural.
Fakta: Sejak abad ke-18, hipnotis (saat itu disebut sebagai Mesmerisme) seperti yang dilakuakan oleh Mesmer dilakukan bukan karena adanya kekuatan gaib atau supranatural. Yang berperan dalam hipnotis adalah sugesti dan imajinasi subjek sendiri.
Hipnotis adalah kondisi alam manusia yang dicapai dengan teknik induksi untuk membuat pikiran sadar beristirahat. Orang yang bisa menhipnotis tidak memerlukan kekuatan supranatural agar bisa menghipnotis orang lain.
Mitos: Saya takut tidak bisa bangun dari kondisi hipnotis.
Fakta: Hipnotis sangat aman untuk siapa pun. Sepanjang sejarah hipnotis, tidak ada orang tidak bisa bangun dari kondisi hipnotis. Kadang-kadang, memang orang yang sedang dalam trance hipnotis tidak bersedia dibangunkan karena dia menikmati kondisi hipnotis yang sangat nyaman dan damai. Kalaupun subjek tidak mau dibangukan, dia akan bangun dengan sendirinya setelah puas meresakan pengalaman damai tersebut. Dalam kondisi hipnotis, anda bisa bangun seketika apabila anda terancam bahaya.
Mitos: Saya ini orang hebat, tidak mungkin bisa dihipnotis.
Fakta: Ada anggapan bahwa orang yang bisa dihipnotis adalah orang yang lemah pikirannya. Anggapan ini salah besar. Orang yang lemah pikiran, kurang ilmu, kurang pengalaman, dan berintelektualitas rendah memang mudah ditipu, tetapi orang seperti ini justru sulit dihipnotis. Orang dengan gangguan mental yang parah juga mustahil untuk dihipnotis.
Untuk memasuki kondisi hipnotis, seseorang perlu berkonsentrasi dan menggunakan imajinasinya. Orang yang punya kemampuan konsentrasi tinggi lebih mudah dalam memasuki kondisi hipnotis. Jadi, jangan berbangga diri jika anda merasa tidak bisa dihipnotis. Perlu juga anda ingat bahwa anda hanya bisa dihipnotis jika anda mengingikannya.
Mitos: Dari seluruh populasi manusia, hanya 20 persen orang yang bisa dihipnotis dengan cepat dan mudah, yaituorang dengan sugesti tinggi.
Fakta: Pendapat ini sudah ketinggalan zaman. Dengan teknik hipnotis yang ada sekarang, semua orang yang bersedia dihipnotis bisa dihipnotis dalam waktu singkat.
Ada juga kepercayaan bahwa orang yang kritis dan analitis, sulit dihipnotis atau membutuhkan waktu lama untuk memasuki kondisi hipnotis. Namun, dengan teknik yang ada sekarang, orang yang kritis dan analitis malah mudah dihipnotis dalam waktu sangat cepat. Prinsipnya, semua orang bisa memasuki kondisi hipnotis dengn cepat asalkan bersedia mengikuti instruksi orang yang menghipnotis.
Mitos: Seumur hidup, saya belum pernah mengalami hipnotis.
Fakta: Hipnotis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar dan diterimanya pemikiran atau sugesti tertentu (tanpa melalui proses analisis terlebih dahulu). Apabila kita mengacu pada pengertian di atas, kapan pun anda menerima suatu informasi dan meyakini informasi itu benar tanpa berpikir panjang, sebenarnya anda sudah mengalami hipnotis. Peristiwa seperti ini dinamakan Walking Hypnosis (hipnotis dalam kondisi sadar)
Anda dihipnotis setiap hari oleh iklan, berita, film, sinetron dan sumber-sumber informasi lain di sekitar anda. Ketika anda membaca novel atau menonton film, mengapa anda merasakan tegang, cemas, sedih, gelora cinta, dan emosi lain, padahal anda tahu bahwa yang anda saksikan hanyalah cerita belaka?
Ketika menonton film atau membaca novel, sebenarnya anda mengizinkan diri anda untuk terpengaruh oleh film itu atau cerita novel. Bayangkan betapa hambarnya jika anda menonton film atau membaca novel tanpa ikut merasakan ceritanya. Iklan juga telah menghipnotis anda untuk membeli produk yang diiklankan. Persepsi anda tentang suatu produk dan keputusan anda untuk membeli ditenteukan apakan iklan itu "mengenai" di pikiran anda atau tidak.
Film membentuk persepsi anda tentang seorang. Para aktor dan aktris yang memerankan tokoh jahat dalam film sering dibenci orang secara tidak sadar.
Mitos: Hipnotis adalah cara yang tepat agar seseorang mengatakan sesuatu dengan jujur. Dalam kondisi hipnotis, seseorang tidak bisa berbohong.
Fakta: Dalam kondisi hipnotis, anda tetap bisa berbohong. Bahkan, anda akan lebih pandai berbohong karena kemampuan anda untuk berimajinasi dan mengarang cerita semakin hebat ketika dalam kondisi hipnotis. Oleh karena itu, hipnotis dalam aplikasi forensik tidak digunakan untuk mendapatkan pengakuan pelaku kejahatan. Hipnotis berperan mengungkap kejahatan jika diterapkan kepada saksi atau korban. Dalam kondisi hipnotis, saksi atau korban kejahatan bisa menceritakan dengan sangat rinci tentang peristiwa yang dialaminya.
Mitos: Hipnotis adalah kondisi tidak sadar atau sama dengan tidur.
Fakta: Hipnotis bukanlah tidur, bukan pula kondisi pingsan.
dalam kondisi hipnotis, anda tetap bisa mendengar semua suara disekitar anda. Kemampuan anda untuk mendengar pun jauh lebih sempurna dibandingkan dalam kondisi biasa karena dalam kondisi hipnotis anda tidak hanya mendengar dengan pancaindra, tapi juga dengan pikiran bawah sadar anda.
Mitos: Hipnotis menyebabkan lupa ingatan
Fakta: Hipnotis tidak menyebabkan lupa ingatan. Sebaliknya dalam kondisi hipnotis orang bisa belajar atau menghafal dengan sangat cepat. Kita juga bisa meningkatkan kemampuan konsentrasi kita melalui hipnotis.
Kesalahpahaman tentang hipnotis bisa menyebabkan lupa ingatan mungkin berasal dari tontonan Stage Hypnosis ketika seseorang bisa melupakan nama sendiri atau lupa angka tiga. Namun, kelupaan ini hanya sementara. Setelah beberapa jam, ingatan akan kembali seperti semula.
Fakta: Saya tidak mau dihipnotis karena tidak mau dikendalikan oleh orang lain.
Mitos: Hipnotis tidak bisa digunakan untuk menguasai pikiran anda. Dalam kondisi hipnotis, pikiran bawah sadar anda hanya akan menuruti sugesti yang tidak berbahaya dan tidak bertentangan dengan keyakinan dan norma-norma yang anda anut.
Pikirang bawah sadar mungkin akan menerima sugesti untuk lupa nama sendiri dan tidak bisa bergerak. Namun, apabila anda disugesti atau diperintah untuk membenci orang yang anda cintai atau diperintahkan untuk melompak dari gedung, sugesti ini akan anda tolak dengan sempurna.
Cobalah tanyakan kepada 10 orang awam di sekitar anda, "Apa itu hipnotis?" kemungkinan besar mereka akan menjawab semcam ini, "Hipnotis adalah ilmu hitam yang digunakan kejahatan dengan cara membuat korban tidak sadar dan menuruti perintah orang yang menghipnotis."
Pertanyaannya, dapatkah anda membedakan fakta di antara fiksi, miskonsepsi, dan mitos tentang hipntis?
Apakah definisi hipnotis diatas benar?
Asal mula kesalahpahaman tentang hipnotis muncul pada 1894 ketika George du Maurier membuat novel yang bercerita tentang seorang tokoh jahat bernama Svengali. Svengali punya kekuatan mistis yang bisa menguasai pikiran orang lain.
Novel ini sukses dan kemudian difilmkan pada 1933. Film ini pun ditonton jutaan orang. Sejak saat itu, Svengali seolah-olah menjadi ikon hipnotis. Masyarakat pun ketakutan dengan hipnotis.
Novel dan film Svengali berhasil menciptakan kesalahpahaman besar terhadap hipnotis. Setelah Svengali, muncul puluhan film lainnya yang menimbulkan kesalahpahaman terhadap hipnotis. Di Indonesia muncul beberapa sinetron yang menimbulkan kesan bahwa hipnotis adalah kejahatan atau ilmu hitam.
Pencitraan dan penggunaan kata yang salah pada berita yang dimuat di surat kabar, radio, dan televisi juga berpotensi memperbesar miskonsepsi dan ketakutan masyarakat terhadap hipnotis. Sampai kini masih sering ditulis di media massa perihal adanya kejahatan dengan menggunakan hipnotis, padahal sebenarnya hipnotis tidak bisa digunakan untuk kejahatan semacam itu. Sebagian praktik kejahatan yang diberitakan sebagai kejahatan hipnotis sebenarnya adalah pembiusan atau penipuan belaka yang memanfaatkan kelemahan korban.
Agar anda tidak kebingungan dan mendapat gambaran yang jernih tentang hipnotis, berikut ini adalah sejumlah mitos dan kesalahpahaman tentang hipnotis, disertai dengan penjelasan yang benar mengenai miskonsepsi tersebut.
Mitos: Penghipnotis menggunakan kekuatan supranatural tertentu yang bisa mempengaruhi atau mengendalikan pikiran orang lain.
Fakta: Hipnotis adalah ilmu pengetahuan yang ilmiuah walaupun terlihat misterius bagi orang yang belum mengenalmya. Seorang ahli hipnotis tidak menggunakan kekuatan supranatural, gaib, mistik, bantuan jin, dan sebagainya. Hipnotis justru menggunakan kekuatan sugesti atau pengaruh kata-kata yang disampaikan dengan teknik-teknik khusus.
Satu-satunya kekuatan dalam hipnotis adalah kata-kata dan pemahaman bahasa. Anda hanya bisa terhipnotis jika anda memahami bahasa orang yang menghipnotis anda. Misalnya, ada pakar hipnotis dari Amerika datang untuk menghipnotis orang Indonesia. Maka, yang bisa terhipnotis hanya orang yang memahami bahasa inggris. sugesti disampaikan melalui kata-kata, dan kata-kata tersebut harus dipahami oleh orang yang dihipnotis.
Mitos: Hipnotis bisa digunakan untuk memaksa seseorang secara halus sehingga mau melakukan sesuatu yang merugikan atau berbahaya.
Fakta: Anda hanya bisa dihipnotis apabila anda bersedia mengikuti instruksi atau arahan penghipnotis sehingga anda memasuki kondisi trance (terbukanya pikiran bawah sadar)
Dalam kondisi hipnotis, anda tidak akan kehilangan kendali atas pikiran anda. Jika anda tidak setuju atau tidak suka atau tidak mengerti maksud diri sugesti yang diberikan, pikiran bawah sadar anda akan menolaknya. Sugesti yang bertentangan dengan keyakinan dan nilai dasar seseorang tidak akan berpengaruh sedikit pun. Misalnya, anda diberi sugesti untuk membenci agama yang anda yakini benar. Maka, sugesti ini tidak akan berpengaruh kepada anda.
Mitos: Saya tidak mau dihipnotis karena takut dibuat malu. Saya tidak mau ditertawakan orang sebab melakuakn kekonyolan ketika dihipnotis.
Fakta: Hal tersebut hanya terjadi dalam Stage Hypnosis (Hipnotis Panggung) atau hipnotis untuk hiburan. Dalam praktik hipnoterapi, anda tidak akan diperintahkan untuk melakukan sesuatu yang tidak anda inginkan.
Orang yang bersedia dihipnotis untuk melakukan hal-hal lucu sebenarnya juga sudah mengizinkan dirinya untuk melakukan perilaku lucu tersebut. Seorang stage hypnotist, misalnya, selalu meminta izin dari sukarelawan yang akan dihipnotis. Tanpa izin dan kesediaan orang yang bersangkutan, hipnotis tidak akan terjadi.
Mito: Hipnotis berasal dari kekuatan supranatural.
Fakta: Sejak abad ke-18, hipnotis (saat itu disebut sebagai Mesmerisme) seperti yang dilakuakan oleh Mesmer dilakukan bukan karena adanya kekuatan gaib atau supranatural. Yang berperan dalam hipnotis adalah sugesti dan imajinasi subjek sendiri.
Hipnotis adalah kondisi alam manusia yang dicapai dengan teknik induksi untuk membuat pikiran sadar beristirahat. Orang yang bisa menhipnotis tidak memerlukan kekuatan supranatural agar bisa menghipnotis orang lain.
Mitos: Saya takut tidak bisa bangun dari kondisi hipnotis.
Fakta: Hipnotis sangat aman untuk siapa pun. Sepanjang sejarah hipnotis, tidak ada orang tidak bisa bangun dari kondisi hipnotis. Kadang-kadang, memang orang yang sedang dalam trance hipnotis tidak bersedia dibangunkan karena dia menikmati kondisi hipnotis yang sangat nyaman dan damai. Kalaupun subjek tidak mau dibangukan, dia akan bangun dengan sendirinya setelah puas meresakan pengalaman damai tersebut. Dalam kondisi hipnotis, anda bisa bangun seketika apabila anda terancam bahaya.
Mitos: Saya ini orang hebat, tidak mungkin bisa dihipnotis.
Fakta: Ada anggapan bahwa orang yang bisa dihipnotis adalah orang yang lemah pikirannya. Anggapan ini salah besar. Orang yang lemah pikiran, kurang ilmu, kurang pengalaman, dan berintelektualitas rendah memang mudah ditipu, tetapi orang seperti ini justru sulit dihipnotis. Orang dengan gangguan mental yang parah juga mustahil untuk dihipnotis.
Untuk memasuki kondisi hipnotis, seseorang perlu berkonsentrasi dan menggunakan imajinasinya. Orang yang punya kemampuan konsentrasi tinggi lebih mudah dalam memasuki kondisi hipnotis. Jadi, jangan berbangga diri jika anda merasa tidak bisa dihipnotis. Perlu juga anda ingat bahwa anda hanya bisa dihipnotis jika anda mengingikannya.
Mitos: Dari seluruh populasi manusia, hanya 20 persen orang yang bisa dihipnotis dengan cepat dan mudah, yaituorang dengan sugesti tinggi.
Fakta: Pendapat ini sudah ketinggalan zaman. Dengan teknik hipnotis yang ada sekarang, semua orang yang bersedia dihipnotis bisa dihipnotis dalam waktu singkat.
Ada juga kepercayaan bahwa orang yang kritis dan analitis, sulit dihipnotis atau membutuhkan waktu lama untuk memasuki kondisi hipnotis. Namun, dengan teknik yang ada sekarang, orang yang kritis dan analitis malah mudah dihipnotis dalam waktu sangat cepat. Prinsipnya, semua orang bisa memasuki kondisi hipnotis dengn cepat asalkan bersedia mengikuti instruksi orang yang menghipnotis.
Mitos: Seumur hidup, saya belum pernah mengalami hipnotis.
Fakta: Hipnotis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar dan diterimanya pemikiran atau sugesti tertentu (tanpa melalui proses analisis terlebih dahulu). Apabila kita mengacu pada pengertian di atas, kapan pun anda menerima suatu informasi dan meyakini informasi itu benar tanpa berpikir panjang, sebenarnya anda sudah mengalami hipnotis. Peristiwa seperti ini dinamakan Walking Hypnosis (hipnotis dalam kondisi sadar)
Anda dihipnotis setiap hari oleh iklan, berita, film, sinetron dan sumber-sumber informasi lain di sekitar anda. Ketika anda membaca novel atau menonton film, mengapa anda merasakan tegang, cemas, sedih, gelora cinta, dan emosi lain, padahal anda tahu bahwa yang anda saksikan hanyalah cerita belaka?
Ketika menonton film atau membaca novel, sebenarnya anda mengizinkan diri anda untuk terpengaruh oleh film itu atau cerita novel. Bayangkan betapa hambarnya jika anda menonton film atau membaca novel tanpa ikut merasakan ceritanya. Iklan juga telah menghipnotis anda untuk membeli produk yang diiklankan. Persepsi anda tentang suatu produk dan keputusan anda untuk membeli ditenteukan apakan iklan itu "mengenai" di pikiran anda atau tidak.
Film membentuk persepsi anda tentang seorang. Para aktor dan aktris yang memerankan tokoh jahat dalam film sering dibenci orang secara tidak sadar.
Mitos: Hipnotis adalah cara yang tepat agar seseorang mengatakan sesuatu dengan jujur. Dalam kondisi hipnotis, seseorang tidak bisa berbohong.
Fakta: Dalam kondisi hipnotis, anda tetap bisa berbohong. Bahkan, anda akan lebih pandai berbohong karena kemampuan anda untuk berimajinasi dan mengarang cerita semakin hebat ketika dalam kondisi hipnotis. Oleh karena itu, hipnotis dalam aplikasi forensik tidak digunakan untuk mendapatkan pengakuan pelaku kejahatan. Hipnotis berperan mengungkap kejahatan jika diterapkan kepada saksi atau korban. Dalam kondisi hipnotis, saksi atau korban kejahatan bisa menceritakan dengan sangat rinci tentang peristiwa yang dialaminya.
Mitos: Hipnotis adalah kondisi tidak sadar atau sama dengan tidur.
Fakta: Hipnotis bukanlah tidur, bukan pula kondisi pingsan.
dalam kondisi hipnotis, anda tetap bisa mendengar semua suara disekitar anda. Kemampuan anda untuk mendengar pun jauh lebih sempurna dibandingkan dalam kondisi biasa karena dalam kondisi hipnotis anda tidak hanya mendengar dengan pancaindra, tapi juga dengan pikiran bawah sadar anda.
Mitos: Hipnotis menyebabkan lupa ingatan
Fakta: Hipnotis tidak menyebabkan lupa ingatan. Sebaliknya dalam kondisi hipnotis orang bisa belajar atau menghafal dengan sangat cepat. Kita juga bisa meningkatkan kemampuan konsentrasi kita melalui hipnotis.
Kesalahpahaman tentang hipnotis bisa menyebabkan lupa ingatan mungkin berasal dari tontonan Stage Hypnosis ketika seseorang bisa melupakan nama sendiri atau lupa angka tiga. Namun, kelupaan ini hanya sementara. Setelah beberapa jam, ingatan akan kembali seperti semula.
Fakta: Saya tidak mau dihipnotis karena tidak mau dikendalikan oleh orang lain.
Mitos: Hipnotis tidak bisa digunakan untuk menguasai pikiran anda. Dalam kondisi hipnotis, pikiran bawah sadar anda hanya akan menuruti sugesti yang tidak berbahaya dan tidak bertentangan dengan keyakinan dan norma-norma yang anda anut.
Pikirang bawah sadar mungkin akan menerima sugesti untuk lupa nama sendiri dan tidak bisa bergerak. Namun, apabila anda disugesti atau diperintah untuk membenci orang yang anda cintai atau diperintahkan untuk melompak dari gedung, sugesti ini akan anda tolak dengan sempurna.
15.22
Sejarah Hipnotis
Seperti bidang-bidang ilmu lainnya, hipnotis terus berevolusi untuk mencapai kesempurnaannya dalam teori dan praktik. Hipnotis yang ada sekarang sudah sangat maju dibandingkan dua abad yang lalu. Para tokoh yang menggunakan hipnotis terus berusaha merumuskan hipnotis secara ilmiah dan menemukan teknik-teknik baru yang efektif.
Penggunaan hipnotis sudah ada sejak dulu. Tentu saja waktu itu belum dikenal dengan nama hipnotis. Hipnotis pada masa lampau dipraktikan dalam ritual agama maupun ritual penyembuhan.
Catatan sejarah tertua tentang hipnotis berasal dari Ebers Papyrus yang menjelaskan teori dan praktik pengobatan bangsa Mesir Kuno pada 1552 SM. Dalam Ebers Papyrus diceritakan tentang para pendeta di sebuah kuil yang dinamai "Kuil Tidur" yang mengobati pasiennya dengan cara menempelkan tangnnya di kepala pasien sambil mengucapkan sugesti untuk penyembuhan. Masyarakat percaya bahwa para pendeta penyembuh tersebut memiliki kekuatan magis.
Raja Pyrrhus dari Mesir, Kaisar Vespasian, Raja Francis I dari Prancis, dan para bangsawan Prancis lainnya, hingga Raja Charles X telah mempraktikkan cara pengobatan yang intinya memberi sugesti kepada pasien untuk sembuh. Pada sebuah diding kuil di India juga digambarkan suatu proses pengobatan pada saat pasien dalam kondisi trance yang dicapai melalui tarian atau gerakan-gerakan monoton dalam acara ritual penyembuhan.
Setelah melalui proses sejarah yang panjang, dengan perjuangan para tokoh-tokoh yang mengembangkan dan memperkenalkannya kepada umum, sekarang hipnotis sudah diterima sepenuhnya sebagai alat terapi yang berguna dan aman. Hipnotis telah diakui sebagai salah satu dari metode terapi yang sah oleh berbagai lembaga, di antaranya Britsh Medical Association (1955), American Medical Association (1958), dan America Psychological Association (1960).
Penggunaan hipnotis sudah ada sejak dulu. Tentu saja waktu itu belum dikenal dengan nama hipnotis. Hipnotis pada masa lampau dipraktikan dalam ritual agama maupun ritual penyembuhan.
Catatan sejarah tertua tentang hipnotis berasal dari Ebers Papyrus yang menjelaskan teori dan praktik pengobatan bangsa Mesir Kuno pada 1552 SM. Dalam Ebers Papyrus diceritakan tentang para pendeta di sebuah kuil yang dinamai "Kuil Tidur" yang mengobati pasiennya dengan cara menempelkan tangnnya di kepala pasien sambil mengucapkan sugesti untuk penyembuhan. Masyarakat percaya bahwa para pendeta penyembuh tersebut memiliki kekuatan magis.
Raja Pyrrhus dari Mesir, Kaisar Vespasian, Raja Francis I dari Prancis, dan para bangsawan Prancis lainnya, hingga Raja Charles X telah mempraktikkan cara pengobatan yang intinya memberi sugesti kepada pasien untuk sembuh. Pada sebuah diding kuil di India juga digambarkan suatu proses pengobatan pada saat pasien dalam kondisi trance yang dicapai melalui tarian atau gerakan-gerakan monoton dalam acara ritual penyembuhan.
Setelah melalui proses sejarah yang panjang, dengan perjuangan para tokoh-tokoh yang mengembangkan dan memperkenalkannya kepada umum, sekarang hipnotis sudah diterima sepenuhnya sebagai alat terapi yang berguna dan aman. Hipnotis telah diakui sebagai salah satu dari metode terapi yang sah oleh berbagai lembaga, di antaranya Britsh Medical Association (1955), American Medical Association (1958), dan America Psychological Association (1960).
10.18
Hipnotis Bukanlah Mistik
Proses hipnotis sama sekali tidak berkaitan dengan hal-hal yang bersifat magis atau mistis. Efek ekstrem yang mampu dihasilkan justru dapat dibuktikan dan dipelajari secara ilmiah.
Hipnotis sama sekali bukan mistik dan kekuatan supranatural, melainkan seperangkat ilmu komunikasi yang disusun sedemikian rupa sehingga seolah-olah mampu mempengaruhi atau bahkan mengendalikan orang lain. Dalam konteks intraksi sosial, hipnotis berbicara tentang teknik-teknik persuasi, sementara dalam konteks terapi dan penyembuhan, hipnotis berbicara tentang pola komunikasi yang sugestif.
Hipnotis juga sepenuhnya merupakan ilmu yang bisa dipertanggunjawabkan secara ilmiah. Kesan bahwa ilmu tersebut adalah bagian dari ilmu gaib sebenarnya tidak seluruhnya benar. Orang yang belajar ilmu hipnotis tidak akan menemui ritual-ritual seperti mempelajari ilmu-ilmu gaib. Belajar ilmu hipnotis itu tidak perlu puasa, melafalkan mantra, atau amalan-amalan lain yang memberatkan.
Upaya mempelajari ilmu hipnotis juga tidak membutuhkan waktu banyak. Untuk tingkat awal, waktu satu hari cukup untuk mempelajari hipnotisme. Hipnotis bahkan bisa dipelajari banyak orang dari agama apa pun dan tanpa pantangan.
Setelah menguasai ilmu hipnotis, anda langsung bisa mempraktikannya. Jika anda sudah mempelajarinya, anda akan merasakan perubahan-perubahan yang berarti dalam hidup anda, terutama meningkatkan semangat hidup. Misalnya, adanya sugesti yang sangat kuat untuk meningkatkan percaya diri.
Sekali lagi, anda tidak dapat dipengaruhi, disugesti, dan dihipnotis jika anda tidak ingin dipengaruhi, disugesti, dan dihipnotis. Tidak ada ilmu klenik yang terkait dalam proses hipnotisme. Artinya jimat dan rapalan mantra tidak akan membantu anda dari pengaruh hipnotis.
Hipnotis sama sekali bukan mistik dan kekuatan supranatural, melainkan seperangkat ilmu komunikasi yang disusun sedemikian rupa sehingga seolah-olah mampu mempengaruhi atau bahkan mengendalikan orang lain. Dalam konteks intraksi sosial, hipnotis berbicara tentang teknik-teknik persuasi, sementara dalam konteks terapi dan penyembuhan, hipnotis berbicara tentang pola komunikasi yang sugestif.
Hipnotis juga sepenuhnya merupakan ilmu yang bisa dipertanggunjawabkan secara ilmiah. Kesan bahwa ilmu tersebut adalah bagian dari ilmu gaib sebenarnya tidak seluruhnya benar. Orang yang belajar ilmu hipnotis tidak akan menemui ritual-ritual seperti mempelajari ilmu-ilmu gaib. Belajar ilmu hipnotis itu tidak perlu puasa, melafalkan mantra, atau amalan-amalan lain yang memberatkan.
Upaya mempelajari ilmu hipnotis juga tidak membutuhkan waktu banyak. Untuk tingkat awal, waktu satu hari cukup untuk mempelajari hipnotisme. Hipnotis bahkan bisa dipelajari banyak orang dari agama apa pun dan tanpa pantangan.
Setelah menguasai ilmu hipnotis, anda langsung bisa mempraktikannya. Jika anda sudah mempelajarinya, anda akan merasakan perubahan-perubahan yang berarti dalam hidup anda, terutama meningkatkan semangat hidup. Misalnya, adanya sugesti yang sangat kuat untuk meningkatkan percaya diri.
Sekali lagi, anda tidak dapat dipengaruhi, disugesti, dan dihipnotis jika anda tidak ingin dipengaruhi, disugesti, dan dihipnotis. Tidak ada ilmu klenik yang terkait dalam proses hipnotisme. Artinya jimat dan rapalan mantra tidak akan membantu anda dari pengaruh hipnotis.
09.58
Lolos dari Kejahatan Hipnotis
Kesan masyarakat selama ini yang memandang hipnotisme dari segi buruk tampaknya perlu diluruskan. Hipnotis sebenarnya bukan untuk memperdaya orang, berbuat tindak kejahatan, atau melakukan perbuatan yang merugikan lainnya. Sebaliknya, hipnotis merupakan kemampuan yang bisa digunakan untuk memberi manfaat bagi kehidupan. Mereka yang menguasi hipnotisme bisa menggunakannya untuk kebaikan diri maupun menolong orang lain yang membutuhkannya.
Kasus kejahatan hipnotis sebenarnya merupakan kasus kriminal biasa yang menggunakan strategi komunikasi persuasif yang terkandun dalam teori hipnotis, tapi bukan menggunakan aplikasi hipnotis. Seseorang yang menjadi korban kejahata hipnotis biasanya terbujuk, ketipu, dan diperas secara halus lewat skenario yang diciptakan oleh pelaku kejahatan. Jadi, yang biasanya menjadi korban adalah mereka yang terlihat berkepribadian tertutup, lugu, polos dan sendirian.
Bagaimana cara menghindari kejahatan Hipnotis?
Banyak orang yang mengatakan bahwa cara-cara untuk menangkal kejahatan hipnotis antara lain dengan menepis balik penghipnotia, menghentakkan kaki ke tanah beberapa kali, mengarahkan tangan ke bumi untuk mengeluarkan energi negatif, meniupkan kembali asap rokok ke penghipnotis, menutup kening agar menangkal gelombang yang dikirimkan penghipnotis, memakai jimat atau merapal mantra, dan lain-lain. Sayangnya, semua hal itu salah dan menyimpang karena sama sekali tidak bersentuahan dengan prinsip dan mekanika hipnotis.
Satu-satunya prinsip utama untuk menghindarkan diri dari upaya kejahatan hipnotis adalah dengan cara tidak mengizinkan diri anda dihipnotis. Adapun cara-caranya antara lain:
Kasus kejahatan hipnotis sebenarnya merupakan kasus kriminal biasa yang menggunakan strategi komunikasi persuasif yang terkandun dalam teori hipnotis, tapi bukan menggunakan aplikasi hipnotis. Seseorang yang menjadi korban kejahata hipnotis biasanya terbujuk, ketipu, dan diperas secara halus lewat skenario yang diciptakan oleh pelaku kejahatan. Jadi, yang biasanya menjadi korban adalah mereka yang terlihat berkepribadian tertutup, lugu, polos dan sendirian.
Bagaimana cara menghindari kejahatan Hipnotis?
Banyak orang yang mengatakan bahwa cara-cara untuk menangkal kejahatan hipnotis antara lain dengan menepis balik penghipnotia, menghentakkan kaki ke tanah beberapa kali, mengarahkan tangan ke bumi untuk mengeluarkan energi negatif, meniupkan kembali asap rokok ke penghipnotis, menutup kening agar menangkal gelombang yang dikirimkan penghipnotis, memakai jimat atau merapal mantra, dan lain-lain. Sayangnya, semua hal itu salah dan menyimpang karena sama sekali tidak bersentuahan dengan prinsip dan mekanika hipnotis.
Satu-satunya prinsip utama untuk menghindarkan diri dari upaya kejahatan hipnotis adalah dengan cara tidak mengizinkan diri anda dihipnotis. Adapun cara-caranya antara lain:
- Ucapkan kalimat ini lima kali dengan suara lantang, "Saya selalu memiliki kontrol penuh atas diri saya setiap saat, kapan saja, dan dimana saja," di pagi hari sebelum keluar dari rumah dan lima kali lagi sesaat setelah menyelesaikan makan siang. Lakukan hal tersebut setiap hari selama seminggu untuk memprogram diri anda agar selalu awas dan waspada akan keadaan sekitar.
- bila anda mengalami sesuatu yang mengejutkan atau diluar dugaan, biasakan untuk mengambil satu langkah mundur dan bernyanyi atau bersenandung lagu favorit anda di dalam hati. Ini akan membantu anda memecah konsentrasi agar tidak tenggelam dalam trance akibat kejutan yang terjadi sebelumnya.
- Setiap kali anda bertemu dengan seseorang yang menawarkan sesuatu yang menggiurkan, ambil satu langkah mundur lagi dan gunakan logika anda untuk menimbang apakah tawaran tersebut memang masuk akal atau berlebihan. Sebagai tambahan dari bersenandung, anda juga dapat menggoyang-goyangkan badan seiring nada yang anda nyanyikan. Semakin anda menjauhkan diri, tubuh serta pikiran anda pun aktif dengan kesibukan sendiri, semakin minim efek pesuasif dan skenario yang disampaikan oleh lawan bicara anda.
09.30
Mengenal Hipnotis
Hipnotis merupakan pengalaman subjektif yang berbeda-beda pada setiap orang, namun umumnya mereka mengaku rileks, tenang, dan nyaman seolah sedang bermimpi dan merasa malas untuk bangun.
Lantas anda bertanya, "apakah saya bisa dihipnotis?"
Sepanjang anda memiliki fungsi otak yang normal, anda selalu bisa dihipnotis. Pada dasarnya, semua upaya hipnotisme adalah upaya swa-hipnotis, alias anda yang melakukannya untuk diri anda sendiri. Jika anda memutuskan tidak ingin dihipnotis, tidak akan ada seorang pun didunia ini yang mampu menghipnotis anda. Namun, bila anda ingin atau sedang terbujuk untuk mengalami hipnotis, siapa pun di sekeliling anda bisa menghipnotis anda sekalipun mereka tidak tahu cara melakukannya.
Apakah Hipnotis mengandung bahaya?
Hipnotis adalah kondisi otak yang sangat normal. Sama seperti menjelang tidur, jika anda mendengar sesuatu yang menggganggu, bertentangan dengan nilai-nilai yang anda percayai, atau merugikan diri anda, anda dapat segera mengeluarkan diri dari hipnotis. anda tidak akan terperangkap, terjerat, ataupun kehilangan kendali ketika sedang dihipnotis karean, sekalipun anda dihipnotis oleh orang lain yang terjadi sebenarnya adalah anda sedang menghipnotis diri anda dengan bantuan orang lain. Jadi, pada dasarnya hipnotisme adalah keahlian komunikasi yang persuasif.
Lantas anda bertanya, "apakah saya bisa dihipnotis?"
Sepanjang anda memiliki fungsi otak yang normal, anda selalu bisa dihipnotis. Pada dasarnya, semua upaya hipnotisme adalah upaya swa-hipnotis, alias anda yang melakukannya untuk diri anda sendiri. Jika anda memutuskan tidak ingin dihipnotis, tidak akan ada seorang pun didunia ini yang mampu menghipnotis anda. Namun, bila anda ingin atau sedang terbujuk untuk mengalami hipnotis, siapa pun di sekeliling anda bisa menghipnotis anda sekalipun mereka tidak tahu cara melakukannya.
Apakah Hipnotis mengandung bahaya?
Hipnotis adalah kondisi otak yang sangat normal. Sama seperti menjelang tidur, jika anda mendengar sesuatu yang menggganggu, bertentangan dengan nilai-nilai yang anda percayai, atau merugikan diri anda, anda dapat segera mengeluarkan diri dari hipnotis. anda tidak akan terperangkap, terjerat, ataupun kehilangan kendali ketika sedang dihipnotis karean, sekalipun anda dihipnotis oleh orang lain yang terjadi sebenarnya adalah anda sedang menghipnotis diri anda dengan bantuan orang lain. Jadi, pada dasarnya hipnotisme adalah keahlian komunikasi yang persuasif.
09.17
Apakah Hipnotis Itu?
Di barat, hipnotis sudah menjadi bagian dari salah satu solusi dan secara resmi menjadi pendamping solusi pengobatan medis. Melalui beberapa perkembangan dan inovasi di berbagai bidang, hipnotis pun dapat diaplikasikan dalam banyak hal lain selain untuk kepentingan psikologi dan medis.
Dalam kegiatan sehari-hari, sebenarnya kita sering secara sadar maupun tidak sadar terhipnotis (menghipnotis diri sendiri). Misalnya, ketika kita sedang asik menonton acara di televisi yang mempu membangkitkan emosi kita. Kita ikut larut dalam gelombang emosi yang ditampilkan dalam acara tersebut.
Kita mengalami hal yang sama ketika membaca berita di koran atau televisi tentang suatu hal yang mampu memicu emosi kita (sedih, bahagia ataupun marah). Nah, anda pun mengalaminya, berarti sebernarnya anda telah terhipnotis. Masih banyak lagi kejadian-kejadian yang berkaitan dengan proses hipnotis yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari.
Hipnotis adalah fenomena yang paradoksal karena keadaan fisik anda teasa sangat rileks nyaman, namun kesadaran mental dan konsentrasi anda sangat tajam serta awas. Menurut teori, ketika anda mengalami hipnotis, aktivitas otak anda berada pada kondisi yang menyerupai keadaan bengong atau menjelang tidur. Dalam kondisi ini pikiran anda menjadi sangat sensitif terhadap visualisasi dan sugesti.
Dalam kegiatan sehari-hari, sebenarnya kita sering secara sadar maupun tidak sadar terhipnotis (menghipnotis diri sendiri). Misalnya, ketika kita sedang asik menonton acara di televisi yang mempu membangkitkan emosi kita. Kita ikut larut dalam gelombang emosi yang ditampilkan dalam acara tersebut.
Kita mengalami hal yang sama ketika membaca berita di koran atau televisi tentang suatu hal yang mampu memicu emosi kita (sedih, bahagia ataupun marah). Nah, anda pun mengalaminya, berarti sebernarnya anda telah terhipnotis. Masih banyak lagi kejadian-kejadian yang berkaitan dengan proses hipnotis yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari.
Hipnotis adalah fenomena yang paradoksal karena keadaan fisik anda teasa sangat rileks nyaman, namun kesadaran mental dan konsentrasi anda sangat tajam serta awas. Menurut teori, ketika anda mengalami hipnotis, aktivitas otak anda berada pada kondisi yang menyerupai keadaan bengong atau menjelang tidur. Dalam kondisi ini pikiran anda menjadi sangat sensitif terhadap visualisasi dan sugesti.
08.32
Sebenarnya apa hipnotis itu? bagaimana menggunakannya? Dapatkah dipelajari dan dipraktikkan langsung? Hipnotis adalah fenomena yang paradoksal karena keadaan fisik anada terasa sangat rileks nyaman. Dalam kondisi ini, anda akan mudah tersugesti sehingga tidak heran jika ada orang yang terhipnotis bersedia melakukan apa saja yang disugestikan kepadanya. Pada awalnya, hipnotis digunakan dalam ritual agama dan kesehatan. Lama-kelamaan, hipnotis dikembangkan dan digunakan untuk berbagai kepentingan, Hipnotis pun berkembang menjadi sebuah ilmu.
Seperti ilmu-ilmu lainnya, tentu saja hipnotis dapat dipelajari. Berdasarkan kepentingannya, hipnotis juga terbagi menjadi beberapa jenis, Metode dan teknik berbeda digunakan untuk mempelajari jenis hipnotis yang berbeda pula. Nah, jika anda tidak ingin terlalu pusing mempelajari hipnotis, simak tuntas di blog ini. Dijamin, dalam tiga hari, anda akan mahir menghipnotis orang lain maupun diri anda.
Hipnotis
"TATAP mata saya dalam-dalam........ terus...... terus...... dan anda akan tertidur. Masuki alam tidur anda lebih dalam lagi....... dan lagi......."Kalimat itu diucapkan oleh seorang master hipnotis yang sudah kita kenal. Romy Rafael, ketika sedang menghipnotis seseorang, Orang itu pun langsung terhipnotis kemudian bersedia mengikuti sugesti yang telah diberikan oleh master hipnotis tersebut.
Sebenarnya apa hipnotis itu? bagaimana menggunakannya? Dapatkah dipelajari dan dipraktikkan langsung? Hipnotis adalah fenomena yang paradoksal karena keadaan fisik anada terasa sangat rileks nyaman. Dalam kondisi ini, anda akan mudah tersugesti sehingga tidak heran jika ada orang yang terhipnotis bersedia melakukan apa saja yang disugestikan kepadanya. Pada awalnya, hipnotis digunakan dalam ritual agama dan kesehatan. Lama-kelamaan, hipnotis dikembangkan dan digunakan untuk berbagai kepentingan, Hipnotis pun berkembang menjadi sebuah ilmu.
Seperti ilmu-ilmu lainnya, tentu saja hipnotis dapat dipelajari. Berdasarkan kepentingannya, hipnotis juga terbagi menjadi beberapa jenis, Metode dan teknik berbeda digunakan untuk mempelajari jenis hipnotis yang berbeda pula. Nah, jika anda tidak ingin terlalu pusing mempelajari hipnotis, simak tuntas di blog ini. Dijamin, dalam tiga hari, anda akan mahir menghipnotis orang lain maupun diri anda.
Langganan:
Postingan (Atom)
